Rute
Perjalanan:
Hari
Pertama:
Perjalanan WOW Korea Supporter 2015 yang pertama
ini mengunjungi provinsi Gangwon yang teletak di sebelah Utara-Timur dari Korea
Selatan. Provinsi ini memliki daya tarik tersendiri pada keindahan alam
terutama pada gunung dan laut. Berkumpul di depan COEX pukul 8.30 dan langsung
bertolak ke Kantor Korea Tourism
Organization (KTO) yang baru berpindah lokasi di Wonju. Disana kami mengikuti acara pembukaan program ini dan
memulai bakti tugas yang ditandai dengan pengambilan janji kami. Bergegas kami
ke restoran 딝갈비, terpampang foto salah satu personil Super
Junior dan aktor yang sedang naik daun di film 스물
menjadikan ekspektasi saya pada restoran ini tinggi. Menurut saya cita rasa
dari ayam panggang di restoran ini sangat menyerupai ayam panggang khas
Indonesia.
Ayam
panggang (딝갈비) dan Nasi goreng (볶음밥)
Setelah itu kami beranjak
ke daerah Oak Valley di Kota Wonju,
ketika musim dingin tempat ini sangat ramai pengunjung. Akan tetapi pada hari –
hari sekarang, pengunjung datang untuk bermain golf, maupun mengunjungi salah
satu museum kontemporer yang baru dibuka, San
Museum. Museum ini menyimpan banyak karya dari James Turrel, artist yang mulai berkecimpung di California pada awal 1960 ini
menggunakan permainan persepsi dan efek cahaya bagi penikmat karyanya. Bagi
saya, poin yang menjadikan museum ini berbeda dengan museum lainnya, saya dapat
mengalami langsung fenomena tersebut dan bukan hanya melihat dari karya seni
tersebut. Selain itu terdapat museum kertas kuno (hanji) yang digunakan pada zaman dahulu.
San Museum – 11.00 – 17.30
(Nov – Jan 17.00 tergantung pada sunset)
– Tutup setiap hari Senin – 1 sesi 30 menit (28 orang) – Biaya masuk: 28.000
Won – www.museumsan.org
Dari Kota Wonju kami
bertolak ke kota Sokcho, kota ini
telah masuk ke bucket list saya
ketika mulai mengetahui peta pariwisata Korea Selatan, kota ini sudah lumayan
dekat dengan Korea Utara loh, sekedar
trivia. Telisik demi telisik kota Sokcho berada di bawah pemerintah Korea Utara
sebelum Perang Korea usai sehingga banyak penduduk Sokcho yang mempunyai
keluarga maupun kerabat di Korea utara. Sokcho juga merupakan gerbang masuk
daripada Gunung Seorak.
Sesampai di Sokcho, kami
mendatangi Pelabuhan Daepo, disini banyak dijual berbagai hidangan laut dan
gorengan yang menjadi menu andalan. Kami menikmati hidangan kepiting merah di
restoran yang bernama ******, selain makanan yang lezat, hebatnya restoran ini
mendapatkan sertifikat halal. Usai makan, kami harus mengerjakan group mission dimana kami harus
menyicipi salah satu kios makanan di pasar gorengan di Daepo. Terdapat 왕새우 (Udang raja) 오징어 숭대 (Cumi isi nasi goreng)
yang menarik mata meskipun telah kenyang oleh hidangan kepiting sebelumnya.
Gorengan
di Pelabuhan Daepo
Usai sudah, akhirnya kami
pergi ke tempat penginapan untuk mendapatkan seminar tentang tourism marketing melalui media sosial.
Saya sangat senang dengan penginapan kami, kriteria minimal yang saya pegang
dalam akomodasi tercakup semua (bersih, bersih, dan bersih). Hanya istirahat
sejenak kami mendapatkan seminar tentang bagaimana untuk melakukan posting agar kerabat kita dapat
menikmati posting-an kita. Tidak
disangka kami para supporter juga dibuatkan kartu nama dalam melaksanakan tugas
sebagai ambassador. Peluit panjang
ditiup, usai sudah perjalanan panjang saya di hari pertama.
Hari
Kedua:
Pagi – pagi kami bertolak
ke fasilitas untuk mendaki Gunung Seorak,
kami bergegas karena tiket kereta gantung yang telah dipesan untuk waktu
tertentu. Berhubung sebentar lagi akan memasuki musim panas turis dari dalam
negeri maupun luar negeri ikut serta dalam meramaikan Gunung Seorak. Pengalaman
menaikin kereta gantung di Gn Seorak ini berbeda dengan kereta gantung yang
pernah saya naiki. Hanya dua kereta, cukup panjang, dan sangat cepat, itulah 3
impresi yang saya dapatkan. Turun dari kereta gantung saya masih harus menaiki
tangga kira – kira 15 menit, dari sana sudah dapat terlihat pemandangan indah
gunung – gungung berbatu dan hamparan pohon di kaki gunung.
Pemandangan
Gn Seorak setelah menaiki tangga 15 menit
Tidak cukup sampai disana,
saya terpacu untuk menaiki tebing tinggi yang lumayan curam untuk pendaki
bungung awam seperti saya. Dengan modal nekat saya mencoba menaiki puncaknya
dengan rangkaian tali pendukung yang telah terpasang untuk memudahkan pendaki
sampai ke puncak Gwongeumseong.
Tebing
yang harus didaki untuk sampai ke puncak Gwongeumseong
How to get there: bis antarkota ke Sokcho Intercity Bus Terminal. Dari Sokcho Terminal, naik bis 7 atau 7-1 dan
turun pada pemberhentian terakhir ada rute bis tersebut (Seorak-dong Sogongwon).
Kereta gantung tersebut terbentang 1132 m dan mempunyai ketinggian 700 m di
atas permukaan laut. Hal yang harus diperhatikan, untuk mengantisipasi antrean
panjang dalam menaiki kereta gantung pada musim panas maupun musim gugur
datanglah lebih pagi atau melakukan reservasi terlebih dahulu.
Pemandangan sesampai di Puncak Gwongeumseong
Kebun Stroberi Eunggol,
untuk saya yang tinggal di Bandung selama 4 tahun berkunjung ke kebun stroberi
bukanlah suatu hal yang luar buasa, jadi saya tidak terlalu excited dalam perjalanan ini, yang
membuat saya senang adalah saya bisa masak sepuasnya di kebun Stroberi dimana
storberi di Korea 100% jauh lebih manis daripada stroberi Bandung
Saya
dan Kebun Stroberi Eunggol
Kemudian
kami pergi makan siang di dearah desa Abai yang dekat dengan pasar sentral
Sokcho. 명천명태 순대 restoran menyediakan makanan yang bernama 순대 (sundae),
sundae memiliki 2 jenis yang pertama dan yang paling umum adalah nasi goreng
yang dibungkus dengan jeroan babi, meskipun saya bisa diperbolehkan makan babi,
tetapi khusus makanan yang satu ini saya tidak makan. Yang kedua, sama – sama
nasi goreng namun dibungkus dengan cumi – cumi dan inilah juara makanan di
Sokcho menurut saya. Sundae ini sangat terkenal dan merupakan salah satu
makanan rakyat yang tersebar seantero Korea Selatan.
오징어 순대, favorit saya
Kemudian kami bergegas ke
Pantai Gyeongpo, pantai yang berada
di pesisir sebelah timur Korea ini terkenal dengan kebersihan air nya. Menurut
saya, pantai di Gyeongpo ini serupa dengan pantai – pantai di selatan jawa.
Jika dibandingan dengan Pantai Haundae di Busan, pantai ini tidak kalah cantik,
malah sangat tenang untuk bersantai.
Pantai
Gyeongpo, Gangneung
Setelah
itu, kami menikmati makan malam yang terkenal di Gangneung yaitu soft tofu. Menu andalan dari restoran
차현희순두부청국장 adalah 순두부 찌개, soup tahu
pedas ini dicampur dengan gurita. Pada hari kedua ini, kami masih memiliki 1 group mission yang harus dilakukan yaitu
membuat video komersial untuk mempromosikan tentang coffee street di Pantai Anmok, Gangneung. Di jalan
tersebut terdapat beberapa toko kopi yang terkenal seperti: Santorini, Kirkus
Coffee dan Albero. Terdapat juga beberapa franchise
toko kopi yang telah terkenal seperti Hollys, starbuck, dan lain – lain. Kami
tertarik untuk membuat video komersial tersebut di Albero, silahkan dinikmati
video komersial dari grup kami.
Kami
menuju ke tempat penginapan kami yang bernama Seongyongjang, tempat ini merupakan salah satu tempat untuk mendapatkan
pengalaman untuk tinggal di rumah tradisional orang Korea atau biasa dikenal
dengan nama Hanok. Secara objektif, saya menilai untuk tinggal di Hanok ini
cukup unik karena sangat merepresentasikan kehidupan orang Korea di zaman
dahulu maupun di era sekarang namun di perkampungan. Namun, dari segi
kenyamanan saya kurang terganggu karena hanya memakai kasur di lantai ketika
tidur. Alhasil, saya tidak bisa tidur malam itu. Namun, ketika bangun pagi,
keluar kamar baru terlihat keindahan kompleks dari Seongyongjang ini, karena
kemarin malam kami sampai telah tengah malam dan kelelahan sehingga tidak dapat
menikmati pemandangan sekitar Seongyongjang.
Hari
Ketiga:
Langsung menuju ke tempat Rail
bike di Jeongdonjin,
sebelumnya saya telah mendengar banyak tentang atraksi pariwisata rail bike yang terdepat di beberapa
tempat di Korea, namun belum ada kesempatan untuk mencobanya. Jadi ini
merupakan pengalaman pertama untuk saya. Rail
bike ini seperti mengendarai sepeda biasa tetapi pada jalur kereta api.
Kereta ini juga sudah dilengkapi dengan tenaga listrik jikalau penumpanya malas
untuk mengayuh sepeda. Secara pribadi saya cukup menikmati perjalananan di rail
bike ini dengan pemandangan ombak dan pantai di sisi kiri dan kanan kita,
sangat menyegarkan mata dan pikiran. Namun ada beberapa teman kita yang
merasakan bosan untuk melakukan perjalanan sejauh 5.1 km ini. Tips: Terdapat
juga beberapa tempat foto yang disediakan, berpose sebaik mungkin karena angle yang diatur oleh wahana ini sudah
sangat tepat dan bagus. Kelompok kami tidak mempersiapkan sehingga foto yang
kami dapatkan tidak terlihat baik!
Pemandangan Sepanjang
Jalur Rail Bike Jeongdonjin
Pemberhentian
terakhir kami di tur pertama Wowkoreasupporter adalah Haslla Art world. Museum ini awalnya berupa taman yang memliki
banyak karya maupun sculpture.
Kemudian dilakukan ekspansi untuk mendirikan museum indoor yang terdiri dari hotel, restoran, museum pinokio, dan
museum wedding. Terdapat juga karya –
karya kontemporer dari mahasiswa seni yang dipajang disini. Restoran di Haslla
ini merupakan restoran pertama di Korea yang mengusung tema restoran dengan
pemandangan tepi laut dan makanan yang disajikan juga mempunyai tema khusus veggie. Terdapat juga sebuah café yang
bernama hangsang café, hangsang yang bermakna selalu, mengindikasikan bahwa
keindahan di pantai timur Korea ini akan selalu dapat dinikmati di café
tersebut. Menurut saya, tempat ini wajib dikunjungi ketika mampir di Gangneung,
meskipun saya tidak mempunyai latar belakang seni selain pelajaran menggambar
di sekolah dasar. Namun, template dari
sebuah museum yang biasa saya kunjungi berubah total setelah mengunjungi museum
ini.
Karya
seni yang terdapat di Haslla Art World
List Tempat Makan di provinsi Gangwon:
Nama
|
Lokasi
|
Things to do/eat/see
|
한가족
숯불 닭갈비
|
1616-10 Dangu-dong,
Wonju-si, Gangwon-do
|
닭갈비
dan 볶음밥
|
일출봉
활어회 센타
|
6-13, Daepohang 1-gil, Sokcho-si,
Gangwon-do
|
Kepiting merah (tersertifikasi
halal)
|
명천순대
|
122, Cheongho-ro,
Sokcho-si, Gangwon-do
|
Sundae cumi – cumi
|
차현희
순두부 청국장
|
6-7 Chodang-dong
Gangneung-si, Gangwon-do
|
Gurita dan tofu pedas
|
HASLLA
RESTAURANT
|
1441, Yulgok-ro,
Kangdong, Gangneung-si, Gangwon-do
|
Veggie set menu
|


