Selasa, 26 Mei 2015

2015 WOW KOREA PERJALAN PERTAMA: PROVINSI GANGWON



Rute Perjalanan:










Hari Pertama:
Perjalanan WOW Korea Supporter 2015 yang pertama ini mengunjungi provinsi Gangwon yang teletak di sebelah Utara-Timur dari Korea Selatan. Provinsi ini memliki daya tarik tersendiri pada keindahan alam terutama pada gunung dan laut. Berkumpul di depan COEX pukul 8.30 dan langsung bertolak ke Kantor Korea Tourism Organization (KTO) yang baru berpindah lokasi di Wonju. Disana kami mengikuti acara pembukaan program ini dan memulai bakti tugas yang ditandai dengan pengambilan janji kami. Bergegas kami ke restoran 딝갈비, terpampang foto salah satu personil Super Junior dan aktor yang sedang naik daun di film 스물 menjadikan ekspektasi saya pada restoran ini tinggi. Menurut saya cita rasa dari ayam panggang di restoran ini sangat menyerupai ayam panggang khas Indonesia.

Ayam panggang (딝갈비) dan Nasi goreng (볶음밥)
Setelah itu kami beranjak ke daerah Oak Valley di Kota Wonju, ketika musim dingin tempat ini sangat ramai pengunjung. Akan tetapi pada hari – hari sekarang, pengunjung datang untuk bermain golf, maupun mengunjungi salah satu museum kontemporer yang baru dibuka, San Museum. Museum ini menyimpan banyak karya dari James Turrel, artist yang mulai berkecimpung di California pada awal 1960 ini menggunakan permainan persepsi dan efek cahaya bagi penikmat karyanya. Bagi saya, poin yang menjadikan museum ini berbeda dengan museum lainnya, saya dapat mengalami langsung fenomena tersebut dan bukan hanya melihat dari karya seni tersebut. Selain itu terdapat museum kertas kuno (hanji) yang digunakan pada zaman dahulu.
San Museum – 11.00 – 17.30 (Nov – Jan 17.00 tergantung pada sunset) – Tutup setiap hari Senin – 1 sesi 30 menit (28 orang) – Biaya masuk: 28.000 Won – www.museumsan.org

Dari Kota Wonju kami bertolak ke kota Sokcho, kota ini telah masuk ke bucket list saya ketika mulai mengetahui peta pariwisata Korea Selatan, kota ini sudah lumayan dekat dengan Korea Utara loh, sekedar trivia. Telisik demi telisik kota Sokcho berada di bawah pemerintah Korea Utara sebelum Perang Korea usai sehingga banyak penduduk Sokcho yang mempunyai keluarga maupun kerabat di Korea utara. Sokcho juga merupakan gerbang masuk daripada Gunung Seorak.

Sesampai di Sokcho, kami mendatangi Pelabuhan Daepo, disini banyak dijual berbagai hidangan laut dan gorengan yang menjadi menu andalan. Kami menikmati hidangan kepiting merah di restoran yang bernama ******, selain makanan yang lezat, hebatnya restoran ini mendapatkan sertifikat halal. Usai makan, kami harus mengerjakan group mission dimana kami harus menyicipi salah satu kios makanan di pasar gorengan di Daepo. Terdapat 왕새우 (Udang raja) 오징어 숭대 (Cumi isi nasi goreng) yang menarik mata meskipun telah kenyang oleh hidangan kepiting sebelumnya. 

Gorengan di Pelabuhan Daepo

Usai sudah, akhirnya kami pergi ke tempat penginapan untuk mendapatkan seminar tentang tourism marketing melalui media sosial. Saya sangat senang dengan penginapan kami, kriteria minimal yang saya pegang dalam akomodasi tercakup semua (bersih, bersih, dan bersih). Hanya istirahat sejenak kami mendapatkan seminar tentang bagaimana untuk melakukan posting agar kerabat kita dapat menikmati posting-an kita. Tidak disangka kami para supporter juga dibuatkan kartu nama dalam melaksanakan tugas sebagai ambassador. Peluit panjang ditiup, usai sudah perjalanan panjang saya di hari pertama.

Hari Kedua:

Pagi – pagi kami bertolak ke fasilitas untuk mendaki Gunung Seorak, kami bergegas karena tiket kereta gantung yang telah dipesan untuk waktu tertentu. Berhubung sebentar lagi akan memasuki musim panas turis dari dalam negeri maupun luar negeri ikut serta dalam meramaikan Gunung Seorak. Pengalaman menaikin kereta gantung di Gn Seorak ini berbeda dengan kereta gantung yang pernah saya naiki. Hanya dua kereta, cukup panjang, dan sangat cepat, itulah 3 impresi yang saya dapatkan. Turun dari kereta gantung saya masih harus menaiki tangga kira – kira 15 menit, dari sana sudah dapat terlihat pemandangan indah gunung – gungung berbatu dan hamparan pohon di kaki gunung. 

Pemandangan Gn Seorak setelah menaiki tangga 15 menit

Tidak cukup sampai disana, saya terpacu untuk menaiki tebing tinggi yang lumayan curam untuk pendaki bungung awam seperti saya. Dengan modal nekat saya mencoba menaiki puncaknya dengan rangkaian tali pendukung yang telah terpasang untuk memudahkan pendaki sampai ke puncak Gwongeumseong.

Tebing yang harus didaki untuk sampai ke puncak Gwongeumseong

How to get there: bis antarkota ke Sokcho Intercity Bus Terminal. Dari Sokcho Terminal, naik bis 7 atau 7-1 dan turun pada pemberhentian terakhir ada rute bis tersebut (Seorak-dong Sogongwon). Kereta gantung tersebut terbentang 1132 m dan mempunyai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Hal yang harus diperhatikan, untuk mengantisipasi antrean panjang dalam menaiki kereta gantung pada musim panas maupun musim gugur datanglah lebih pagi atau melakukan reservasi terlebih dahulu.
Pemandangan sesampai di Puncak Gwongeumseong

Kebun Stroberi Eunggol, untuk saya yang tinggal di Bandung selama 4 tahun berkunjung ke kebun stroberi bukanlah suatu hal yang luar buasa, jadi saya tidak terlalu excited dalam perjalanan ini, yang membuat saya senang adalah saya bisa masak sepuasnya di kebun Stroberi dimana storberi di Korea 100% jauh lebih manis daripada stroberi Bandung
Saya dan Kebun Stroberi Eunggol

Kemudian kami pergi makan siang di dearah desa Abai yang dekat dengan pasar sentral Sokcho. 명천명태 순대 restoran menyediakan makanan yang bernama 순대 (sundae), sundae memiliki 2 jenis yang pertama dan yang paling umum adalah nasi goreng yang dibungkus dengan jeroan babi, meskipun saya bisa diperbolehkan makan babi, tetapi khusus makanan yang satu ini saya tidak makan. Yang kedua, sama – sama nasi goreng namun dibungkus dengan cumi – cumi dan inilah juara makanan di Sokcho menurut saya. Sundae ini sangat terkenal dan merupakan salah satu makanan rakyat yang tersebar seantero Korea Selatan.  
 오징어 순대, favorit saya
 
Kemudian kami bergegas ke Pantai Gyeongpo, pantai yang berada di pesisir sebelah timur Korea ini terkenal dengan kebersihan air nya. Menurut saya, pantai di Gyeongpo ini serupa dengan pantai – pantai di selatan jawa. Jika dibandingan dengan Pantai Haundae di Busan, pantai ini tidak kalah cantik, malah sangat tenang untuk bersantai. 
Pantai Gyeongpo, Gangneung

Setelah itu, kami menikmati makan malam yang terkenal di Gangneung yaitu soft tofu. Menu andalan dari restoran 차현희순두부청국장 adalah 순두부 찌개, soup tahu pedas ini dicampur dengan gurita. Pada hari kedua ini, kami masih memiliki 1 group mission yang harus dilakukan yaitu membuat video komersial untuk mempromosikan tentang coffee street di Pantai Anmok, Gangneung. Di jalan tersebut terdapat beberapa toko kopi yang terkenal seperti: Santorini, Kirkus Coffee dan Albero. Terdapat juga beberapa franchise toko kopi yang telah terkenal seperti Hollys, starbuck, dan lain – lain. Kami tertarik untuk membuat video komersial tersebut di Albero, silahkan dinikmati video komersial dari grup kami.
Kami menuju ke tempat penginapan kami yang bernama Seongyongjang, tempat ini merupakan salah satu tempat untuk mendapatkan pengalaman untuk tinggal di rumah tradisional orang Korea atau biasa dikenal dengan nama Hanok. Secara objektif, saya menilai untuk tinggal di Hanok ini cukup unik karena sangat merepresentasikan kehidupan orang Korea di zaman dahulu maupun di era sekarang namun di perkampungan. Namun, dari segi kenyamanan saya kurang terganggu karena hanya memakai kasur di lantai ketika tidur. Alhasil, saya tidak bisa tidur malam itu. Namun, ketika bangun pagi, keluar kamar baru terlihat keindahan kompleks dari Seongyongjang ini, karena kemarin malam kami sampai telah tengah malam dan kelelahan sehingga tidak dapat menikmati pemandangan sekitar Seongyongjang.

Hari Ketiga:

Langsung menuju ke tempat Rail bike di Jeongdonjin, sebelumnya saya telah mendengar banyak tentang atraksi pariwisata rail bike yang terdepat di beberapa tempat di Korea, namun belum ada kesempatan untuk mencobanya. Jadi ini merupakan pengalaman pertama untuk saya. Rail bike ini seperti mengendarai sepeda biasa tetapi pada jalur kereta api. Kereta ini juga sudah dilengkapi dengan tenaga listrik jikalau penumpanya malas untuk mengayuh sepeda. Secara pribadi saya cukup menikmati perjalananan di rail bike ini dengan pemandangan ombak dan pantai di sisi kiri dan kanan kita, sangat menyegarkan mata dan pikiran. Namun ada beberapa teman kita yang merasakan bosan untuk melakukan perjalanan sejauh 5.1 km ini. Tips: Terdapat juga beberapa tempat foto yang disediakan, berpose sebaik mungkin karena angle yang diatur oleh wahana ini sudah sangat tepat dan bagus. Kelompok kami tidak mempersiapkan sehingga foto yang kami dapatkan tidak terlihat baik!

Pemandangan Sepanjang Jalur Rail Bike Jeongdonjin

Pemberhentian terakhir kami di tur pertama Wowkoreasupporter adalah Haslla Art world. Museum ini awalnya berupa taman yang memliki banyak karya maupun sculpture. Kemudian dilakukan ekspansi untuk mendirikan museum indoor yang terdiri dari hotel, restoran, museum pinokio, dan museum wedding. Terdapat juga karya – karya kontemporer dari mahasiswa seni yang dipajang disini. Restoran di Haslla ini merupakan restoran pertama di Korea yang mengusung tema restoran dengan pemandangan tepi laut dan makanan yang disajikan juga mempunyai tema khusus veggie. Terdapat juga sebuah café yang bernama hangsang café, hangsang yang bermakna selalu, mengindikasikan bahwa keindahan di pantai timur Korea ini akan selalu dapat dinikmati di café tersebut. Menurut saya, tempat ini wajib dikunjungi ketika mampir di Gangneung, meskipun saya tidak mempunyai latar belakang seni selain pelajaran menggambar di sekolah dasar. Namun, template dari sebuah museum yang biasa saya kunjungi berubah total setelah mengunjungi museum ini.

Karya seni yang terdapat di Haslla Art World

List Tempat Makan di provinsi Gangwon:
Nama
Lokasi
Things to do/eat/see
한가족 숯불 닭갈비
1616-10 Dangu-dong, Wonju-si, Gangwon-do
닭갈비 dan 볶음밥
일출봉 활어회 센타
6-13, Daepohang 1-gil, Sokcho-si, Gangwon-do
Kepiting merah (tersertifikasi halal)
명천순대
122, Cheongho-ro, Sokcho-si, Gangwon-do 
Sundae cumi – cumi
차현희 순두부 청국장
6-7 Chodang-dong Gangneung-si, Gangwon-do‎
Gurita dan tofu pedas
HASLLA RESTAURANT
1441, Yulgok-ro, Kangdong, Gangneung-si, Gangwon-do 
Veggie set menu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar